Seleksi Santri Tahfidzul Qur’an Program Mufadhola

Tahfidzul Qur’an Program Mufadhola di Surabaya Utara kemarin resmi dibuka. Hal ini ditandai dengan dimulainya seleksi santri Tahfidzul Quran yang berada di bawah naungan PPG (Penggerak Pembina Generus) Surabaya Utara. Santri  santri yang selama ini tergabung di halaqah – halaqah di setiap TPQ hadir untuk mengikuti seleksi tersebut. (10/12)

Tidak seperti halaqah sebelumnya dimana semua santri dihadirkan. Khusus seleksi program Mufadhola ini hanya diperuntukan bagi santri-santri yang mendapat nilai mumtaz saja saat ikhtibar juz 30 sebelumnya. Selain itu, setiap TPQ diperbolehkan mengirimkan lagi santrinya yang sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh panitia.

Pukul 8 pagi satu per satu santri peserta mulai berdatangan. Dengan diantar orang tuanya, mereka lalu memasuki tempat yang telah disediakan. Peserta yang hadir saat itu sangat bervariasi baik dari segi usia maupun tingkat pendidikannya. Tercatat santri yang paling kecil masih duduk di bangku sekolah dasar sedangkan yang paling besar sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Selama pelaksaan seleksi tampak wajah – wajah antusias. Mereka terlihat bersemangat dalam menghafalkan surat  surat-surat yang akan diujikan sembari menunggu giliran. Maklum saja, peserta yang mengikuti seleksi sangat banyak padahal panitia sudah menyiapkan kurang lebih 8 ustadz ustzdzah yang akan menguji hafalan mereka.

Perlu diketahui bahwasanya program Mufadhola ini merupakan program akselerasi bagi santri tahfidz yang selama ini telah mengikuti program reguler. Nantinya dari hasil seleksi ini akan dipilih maksimal 20 santri terbaik yang akan dibina secara intensif selama kurang lebih antara 5-6 tahun.

Menjelang sholat dhuhur semua peserta telah selesai diuji , acara dilanjutkan dengan sholat dhuhur dan pentupan serta diakhiri dengan. berdo’a. Adapun pengumuman hasil seleksi akan diumumkan dalam beberapa hari kedepan. “Insya Allah sebelum tahun 2018, sebab awal tahun besok kita sudah mulai.” kata H. Kholid, Ketua Program Tahfidzul Quran. Hal ini sesuai juga dengan program kerja 2018 yang bulan November kemarin sudah disetujui. (rc/86)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *