Bazar Remaja LDII Dorong Jiwa Entrepreuner

MENARIK: Tampilan stand bazar santri PPPM Subulussalam

Semakin tahun persaingan mendapatkan pekerjaan semakin ketat. Hal tersebut ditandai dengan semakin banyaknya lulusan sekolah maupun kuliah yang jumlahnya sampai ribuan tiap tahunnya namun tidak dibarengi dengan lapangan pekerjaan yang cukup.

Kondisi seperti ini akan sangat merugikan bagi para pencari kerja usia produktif. Maka salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberi ruang pada generasi muda untuk mengembangkan jiwa wirausaha agar tidak tergantung pada orang lain.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia bahwa jumlah wirausaha di Indonesia sebanyak 3,1 % dari jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 225 juta jiwa. Meskipun mengalami kenaikan di bulan Maret 2017, namun Indonesia masih kalah dengan Jepang yang mencapai 11% , bahkan Amerika mencapai angka 12% dari jumlah penduduknya.

Melalui kegiatan Bazar Remaja, PC LDII Tambaksari memberikan fasilitas ruang bagi remaja untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam kewirausahaan. Berbagai model stand Bazar didesain agar menarik pembeli. Berbagai barang dan usaha ditampilkan dengan gaya nya masing-masing.(14/01)

Sebagian besar stand bazar didominasi usaha kuliner. Berbagai macam makanan ringan dan kue banyak dijumpai di beberapa stand. Salah satunya stand milik remaja masjid Nurul Haq. Mereka telah menyiapkan aneka jajanan enak dan lezat, Insya Allah ringan di kantong.

UNIK : “Topi koki restauran” menjadi media untuk menarik minat pembeli

Menu yang mereka siapkan antara lain, sempol, aneka risoles (mayonaise, ayam, keju) serta yang tidak kalah penting minuman jelly milk. “Kami konsepnya sederhana, kami jual makanan yang disukai anak-anak dan orang dewasa, karena pas acara Festival Anak Sholih jadi Insya Allah banyak yang beli.” ujar Anwar Hadi, ketua remaja masjid Nurul Haq.

Jurus marketing yang digunakan sangat kreatif. Dalam penggalian dana, mereka menjual voucher kepada jamaah masjid seharga 10 ribu per lembar. Dana yang diperoleh kemudian digunakan belanja berbagai bahan untuk pembuatan berbagai macam produk makanan. Tidak hanya itu, tampilan mereka yang unik dengan memakai topi ala chef dari karton semakin menarik minat pembeli. Dan hasil nya memang luar biasa, mereka mampu menjadi 3 terbaik dalam lomba wirausaha yang diselenggarakan PC LDII Tambaksari.

Selain kegiatan Bazar, LDII bekerjasama dengan PPG sudah pernah melakukan kompetisi wirausaha bagi remaja, yakni dengan hibah dana sebagai modal usaha. Selain itu, berbagai pelatihan dan workshop pun pernah dilakukan agar generasi muda semakin meningkat jiwa enterpreneur nya. (rc/86)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *