Berita itu Fakta bukan Karangan

Workshop dan Pembentukan Kader Jurnalis Surabaya Utara

PPGSUTRA.COM – Berita itu bukan karangan atau pendapat pribadi. Tapi menyampaikan fakta. “Berita yang kita tulis, harus berasal dari peristiwa yang benar-benar terjadi,” ujar Sofyan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sofyan Gani sebagai pemateri dari acara Workshop dan Pembentukan Tim Jurnalis Surabaya Utara, pada Minggu (6/7) di Masjid LDII Nashrullah, Tanah Merah, PC Kenjeran. Acara tersebut diadakan oleh Tim Informasi dan Komunikasi (INFOKOM) Penggerak Pembina Generus Surabaya Utara.

Peserta Workshop dan Pembentukan Kader Jurnalis
Peserta Workshop dan Pembentukan Kader Jurnalis

Tujuan dari acara tersebut adalah untuk mencetak para jurnalis muda yang berkompeten dan memiliki karakter profesional religius. “Saya berharap melalui acara workshop ini akan muncul jurnalis-jurnalis muda yang siap membantu Tim Infokom PPG Surabaya Utara dalam menulis berita dan mendokumentasikan seluruh kegiatan yang ada di Wilayah PC PAC LDII Surabaya Utara,” ujar Fauzan selaku ketua pelaksana dalam acara tersebut.

Dalam penyampaiannya Sofyan juga mengatakan bahwa di dalam setiap berita harus disertai dengan foto jurnalistik, yang mana foto jurnalistik adalah sebuah bentuk dari jurnalisme yang menggunakan gambar-gambar dalam rangka mengabarkan sebuah berita. “Pengambilan foto jurnalistik itu tidak perlu menggunakan kamera mahal yang penting foto bisa menceritakan tentang moment tersebut,” ujar Sofyan.

Selain menulis berita dan proses pengambilan foto jurnalistik. Sofyan juga menerangkan tentang etika dalam proses melakukan wawancara dengan seorang narasumber. 

“Dalam mencari berita, seorang jurnalis juga harus memiliki beberapa etika yaitu berpenampilan rapi, memperkenalkan diri sebelum memulai wawancara dan menggunakan bahasa yang sopan. Jadi jangan asal todong,” tambah Sofyan.

Sofyan juga berpesan bahwa dalam menulis berita diusahakan menggunakan kalimat yang singkat, padat, jelas dan mudah dimengerti oleh pembaca.

“Usahakan dalam menulis berita. Pembaca dapat memahami dengan cepat dan isi berita mudah tersampaikan. Jangan sampai dalam membaca tulisan kita, pembaca masih berfikir dan tidak paham dengan apa yang kita tulis,” pesan Sofyan. (sekar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *